Jumat, 25 Januari 2013

Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Peta Administrasi Provinsi Jawa Tengah



DISUSUN OLEH :
10.SIG_05 / 06

1.      AYU MUTIARA OKTAVIA DEWI [ 10.11.4391 ]
2.      DWIKY DARMAWAN PUTRA [ 10.11.4399 ]
3.      TEGUH DWI UTOMO [ 10.11.4405 ]
4.      ERI JUNIANTO [ 10.11.4410 ]
5.      HESTYA AGUNG FERDIAN [ 10.11.4456 ]


S1 – TEKNIK INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

2011/2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Administratif, Provinsi Jawa Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490 desa/kelurahan.
Sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, Jawa Tengah juga terdiri atas 4 kota administratif, yaitu Purwokerto, Purbalingga, Cilacap, dan Klaten. Namun sejak diberlakukannya Otonomi Daerah tahun 2001 kota-kota administratif tersebut dihapus dan menjadi bagian dalam wilayah kabupaten.
Menyusul otonomi daerah, 3 kabupaten memindahkan pusat pemerintahan ke wilayahnya sendiri, yaitu Kabupaten Magelang (dari Kota Magelang ke Kota Mungkid), Kabupaten Tegal (dari Kota Tegal ke Slawi), serta Kabupaten Pekalongan (dari Kota Pekalongan ke Kajen).

Daftar kabupaten dan kota


No.
Kabupaten/Kota
Ibu kota
1
Kabupaten Banjarnegara
Banjarnegara
2
Kabupaten Banyumas
Purwokerto
3
Kabupaten Batang
Batang
4
Kabupaten Blora
Blora
5
Kabupaten Boyolali
Boyolali
6
Kabupaten Brebes
Brebes, Bumiayu
7
Kabupaten Cilacap
Cilacap
8
Kabupaten Demak
Demak
9
Kabupaten Grobogan
Purwodadi
10
Kabupaten Jepara
Jepara
11
Kabupaten Karanganyar
Karanganyar
12
Kabupaten Kebumen
Kebumen
13
Kabupaten Kendal
Kendal
14
Kabupaten Klaten
Kota Klaten
15
Kabupaten Kudus
Kudus
16
Kabupaten Magelang
Kota Mungkid
17
Kabupaten Pati
Pati
18
Kabupaten Pekalongan
Kajen
19
Kabupaten Pemalang
Pemalang
20
Kabupaten Purbalingga
Purbalingga
21
Kabupaten Purworejo
Purworejo
22
Kabupaten Rembang
Rembang
23
Kabupaten Semarang
Ungaran
24
Kabupaten Sragen
Sragen
25
Kabupaten Sukoharjo
Sukoharjo
26
Kabupaten Tegal
Slawi
27
Kabupaten Temanggung
Temanggung
28
Kabupaten Wonogiri
Wonogiri
29
Kabupaten Wonosobo
Wonosobo
30
Kota Magelang
-
31
Kota Pekalongan
-
32
Kota Salatiga
-
33
Kota Semarang
-
34
Kota Surakarta
-
35
Kota Tegal
-

 

1.2.       Tujuan
Tujuan dari pembuatan Peta Administrasi Jawa Tengah ini yaitu dapat merancang Registrasi dan Digitasi Peta yang digunakan dalam pembuatan aplikasi Sistem Informasi Geografis.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.       Persiapan Registrasi Peta Administrasi Jawa Tengah

1)      Menjalankan Aplikasi ArcView GIS

·         Start àAll ProgramsàEsriàArcview 3.3
Atau
·         Mencari icon ArcView

Gambar 1.

2)      Menambahkan Data/Layer Raster dalam View1

·         Menu View à Add Theme à muncul dialog Add Theme
atau menggunakan
·         Tombol Add Theme
atau menggunakan
·         Shortkeys : Ctrl+T
·         Kemudian pilih direktori dimana file tersebut disimpan dan pada pilihan Data Source Types à Image Data Source

Gambar 2.

Jika dalam dialog add theme tidak list data file raster maka kemungkinan file tersebut tidak disupport oleh ArcView. Format file yang disupport oleh ArcView secara langsung adalah Giff, Bmp.

3)      Aktifkan Ekstension
Untuk mengaktifkan format file yang belum disupport oleh ArcView diperlukan extension. Cara menampilkan extension : menu File à Extensions, centang extension yang sesuai dengan format file maka akan muncul dialog sebagai berikut :

a.      JPEG (JFIF) Image Support

Gambar 3.

b.      Registration and Transform Tool (RTT)

Gambar 4.

c.       MNDNR Stream Digitizing Extension

Gambar 5.

d.      Edit Tools (ver3.1)

Gambar 6.

2.2.       Registrasi Peta Administrasi Jawa Tengah
1)      Buat Project
File à New Project
2)      Ambil Peta Provinsi Peta Jawa Tengah
Menu Viewà add Theme à Cari folder dimana letak menyimpan Peta Provinsi Jawa Tengah

Gambar 7.

3)      Membuka Register and Transform Tool
Menu View à Register and Transform

Gambar 8.

4)      Melakukan Registrasi

a.      Open Project

Gambar 9.


b.      Melakukan Register and Transform Tool

Gambar 10.

c.       Memastikan Nilai Registrasi Benar
-          Nilai RMS Error Source : 0,005
-          Nilai RMS Error Destination : 0,005
Jika nilai RMS Error source-destination <0.14 maka dikatakan Registrasi Benar
a.       Menyimpan File Setting Registrasi
Pilih Tombol Write World File maka akan muncul dialog dimana file tersebut akan disimpan.
Direktorinya : F:\SEMESTER 5\Semester 5 [Final Project]\Sistem Informasi Geografis\GIS [Project]
b.      Memastikan Hasil Registrasi Benar
Tampilan : Tidak berubah, alas an karena nilai Error Regitrasi benar
Basis Koordinat yang dipakai : DMS
Koordinat bernilai kisaran :
c.       Registrasi Selesai


2.3.       Digitasi Peta Administrasi Jawa Tengah

1)      Line
·         View à New Theme à Pilih Line à Pilih OK
·         Kemudian Save di folder anda .
·         Buat garis seperti gambar di bawah ini menggunakan “Open Stream Digitize Form”

Gambar 11.

·         Setelah Itu Deteksi Garis/ Line dan  Perbaiki Garis / Line menggunakan ET”Edit Tool”

·         Klik ET bar bagian atas berwarna kuning à  lalu pilih Edit Thems > Pilih Yes
·         Lalu Muncul Bar ET Polyline à Clean à Intersect, Setelah selesai à Analize  kemudian muncul titik titik merah , hijau dan biru.

Keterangan :
-          Titik Merah : tanda bahwa garis  belum tersambung dengan benar
-          Titik Biru / Hijau : Garis sudah tersambung dengan benar

2)      Polyline
·         Perbaiki garis yang masih terlihat titik merah menggunakan PolyLine  Edit Tool , sebelumnya Close Bar Clean .
·         Muncul ET Polyline à Start Editing à Show Edit Tool

Gambar 12.

·         Edit menggunakan “PolyLine  Edit Tool” dan lakukan  Analize sampai benar benar tidak ada titik merah

3)      Build Polygons
·         Keluar dari bar Cleans dan lakukan Stop Editing à Yes untuk kamu Save
·         Pilih Build Polygons pada bar ET PolyLine à Melakukan 2 kali Save ( Simpan di folder kamu menyimpan tadi ) à OK
·         Setelah Itu akan Muncul Bar “PolyLine To Polygon” à Pilih NO
·         dan Hasilnya Seperti Di gambar Berikut ini

Gambar 13.

4)      Point
·         View à New Theme à Pilih Line à Pilih OK
·         Lalu Beri titik dengan Menggunakan Draw Point seperti gambar dibawah

Gambar 14.

5)      Tabel
·         Theme à Tabel

Gambar 15.

·         Lalu muncul seperti gambar dibawah ini

Gambar 16.

Untuk menambahkan Tabel seperti  Kabupaten dan Propinsi dengan cara :
·         Tabel à Start editing (untuk memulai edit table)
·         Edit à add Field (untuk menambahkan table (seperti kabupaten )
·         Unuk mengedit klik pada table yang mau diedit seperti gambar dibawah (sebelumya aktifkan edit)

Gambar 17.

·         Apabila Sudah lakukan Stop Editing
·         Tabel à Stop Editing 

6)      Chart
·         Masuk Tabel à Chart

Gambar 18.

·         Pilih yang kamu mau tampilin contoh  Area  kamu add

Gambar 19.

·         Terus Ok aja
·         Karena hanya Area muncul seperti gambar dibawah ini

Gambar 20.

7)      Layout
·         View à Layout
·         Akan muncul seperti ini

Gambar 21.

·         Pilih lembar yang kamu inginkan misal Landscape lalu OK
·         Kemudian pilih New Layout kemudian ok seperti gambar dibawah ini

Gambar 22.

·         Lalu muncul seperti ini


Gambar 23.

8)      Finish


DAFTAR PUSTAKA



Digitasi Peta Daerah Istimewa Yogyakarta Menggunakan ArcView GIS 3.3

Pengertian Digitasi Peta
Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konversi data analog ke dalam format digital. Objek-objek tertentu seperti  jalan, rumah, sawah dan lain-lain yang sebelumnya dalam format raster pada sebuah citra satelit resolusi tinggi dapat diubah kedalam format digital dengan proses digitasi.

Metode Digitasi
Proses digitasi secara umum dibagi dalam dua macam:
1.      Digitasi menggunakan digitizer. 
Dalam proses digitasi ini memerlukan sebuah meja digitasi atau digitizer.
2.      Digitasi onscreen di layar monitor.
Digitasi onscreen paling sering dilakukan karena lebih mudah dilakukan, tidak memerlukantambahan peralatan lainnya, dan lebih mudah untuk dikoreksi apabila terjadi kesalahan.

Langkah – langkah untuk membuat Digitasi Sistem Informasi Geografis  menggunakan ArcView GIS 3.3.
1.      Pastikan bahwa komputer  kita sudah ter install software ArcView GIS 3.
2.      Selanjutnya, download file EXT32 lengkap dengan tambahan atribut – atribut baru. Setelah di download, copy file EXT32 tersebut ke Program Files > ESRI > AV_GIS30 > ARCVIEW > EXT32.
3.      Copy and Replace file EXT32 tersebut.
4.      Langkah selanjutnya adalah buka aplikasi ArcView 3.3

Gambar 1.

5.      Aktifkan Extension. Caranya pilih menu File > Extensions. Lalu centang menu JPEG, Edit Tool 3.1, dan MNDR.


Gambar 2.

Gambar 3.


Gambar 4.

Gambar 5.

6.      Buat project baru, caranya pilih menu File > New Project
7.      Lalu sisipkan Peta Jogja.jpg. Caranya klik Menu view, lalu pada menu Bar klik Add Theme. Lalu cari pada direktori masing – masing. Jangan lupa!!! di pojok kiri bawah ganti Data Source Type menjadi Image Data Source. Setelah dipilih maka tampilan nya akan menjadi seperti di bawah ini. 

Gambar 6.

8.      Lalu buatlah Themes baru. Caranya pilih menu View > New Theme > Pilih Line.
Jika sudah dipilih maka aka nada tambahan menu Line di bagian pojok kiri. Jangan lupa untuk di save terlebih dahulu. 

Gambar 7.

9.      Kemudian buat garis secara keseluruhan untuk menandai bagian wilayah peta yang berwarna menggunakan “Open Stream Digitize Form”

Gambar 8.

Gambar 9.

Gambar 10.

10.  Setelah itu deteksi dan perbaiki garis/Line menggunakan ET “Edit Tool” . Caranya Klik menu ET > lalu pilih Edit Themes.
11.  Kemudian akan muncul bar ET Polyline > Clean > Intersect . Setelah selesai klik menu Analyze. Maka akan muncul beberapa titik berwarna merah.

Gambar 11.

12.  Kemudian perbaiki garis / Line yang masih berwarna merah menggunakan Polyline Edit Tools. Sebelumnya close bar terlebih dahulu. Akan muncul ET Polyline > Start Editing > Show Edit Tools. 

Gambar 12.

13.  Edit Menggunakan Polyline Edit Tools dan lakukan analyze sampai semua titik berwarna merah tersebut menghilang.

Gambar 13.

14.  Build Polygons
Keluar dari bar Cleans dan lakukan Stop Editing > Yes lalu save.
15.  Pilih Build Polygons pada bar ET PolyLine > Lakukan 2 kali Save > OK.
16.  Setelah Itu akan Muncul Bar “PolyLine To Polygon” > Pilih NO dan hasilnya seperti digambar berikut ini.

Gambar 14.

17.  Demikian hal yang dapat disampaikan mengenai digitasi peta.

Ruang Lingkup Geographic Information System (GIS)


Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sistem Informasi Geografis merupakan sistem hardware, software, dan prosedur yang dirancang untuk mendapatkan, mengolah, memanipulasi, analisa, memperagakan, dan menampilkan data spasial untuk menyelesaikan perencanaan yang kompleks, mengolah, dan meneliti permasalahan. Dengan kata lain Sistem Informasi Geografis adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggabungkan antara unsur peta (geografis) dan informasi tentang peta tersebut (data atribut). Dengan demikian SIG merupakan sistem komputer yang memiliki empat kemampuan berikut dalam menangani data bereferensi geografi :
(a) masukan, (b) manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi data, (d) keluaran.

     Komponen Sistem Informasi Geografis

Komponen-komponen pendukung SIG terdiri dari lima komponen yang bekerja secara terintegrasi yaitu perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), data, manusia, dan metode yang dapat diuraikan sebagai berikut :

    Perangkat Keras (hardware)
    Perangkat keras SIG adalah perangkat-perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasioperasi basis data dengan volume data yang besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian untuk menginput data, mengolah data, dan mencetak hasil proses. Berikut ini pembagian berdasarkan proses :
    Input data : mouse, digitizer, scanner
    Olah data : harddisk, prosesor, RAM, VGA Card
    Output data : plotter, printer, screening.

    Perangkat Lunak (software)
    Perangkat lunak digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, memvisualkan data-data baik data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah :
        Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
        Data Base Management System (DBMS)
        Alat untuk menganalisa data-data
        Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa

    Data
    Pada prinsipnya terdapat dua jenis data untuk mendukung SIG yaitu :
        Data Spasial
        Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
        Data Non Spasial (Atribut)
        Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.
    Manusia
    Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna dari SIG. Pengguna SIG mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.
    Metode
    Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek realnya.

     Ruang Lingkup Sistem Informasi Geografis 
Pada dasarnya pada SIG terdapat enam proses yaitu:

1. Input Data
          Proses input data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non-spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer. Selain proses digitasi dapat juga dilakukan proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.

2. Manipulasi Data
          Tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non-spasial.

3. Manajemen Data
          Setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non-spasial. Pengolaha data non-spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar. 

4. Query dan Analisis
          Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara fundamental SIG dapat melakukan dua jenis analisis, yaitu:
a. Analisis Proximity
          Analisis Proximity merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer. SIG menggunakan proses buffering (membangun lapisan pendukung di sekitar layer dalam jarak tertentu) untuk menentukan dekatnya hubungan antar sifat bagian yang ada.
b. Analisis Overlay
          Overlay merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda. Secara sederhana overlay disebut sebagai operasi visual yang membutuhkan lebih dari satu layer untuk digabungkan secara fisik.

5. Visualisasi
          Untuk beberapa tipe operasi geografis, hasil akhir terbaik diwujudkan dalam peta atau grafik. Peta sangatlah efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis.

sumber : http://id.wikipedia.org

My Campus STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Kalender Akademik STMIK AMIKOM Yogyakarta

Kalender Akademik

April 2011

Mg Sn Sl Rb Km Jm Sb
1 2
34 5 6 7 8 9
1011 12 13 14 15 16
1718 19 20 21 22 23
2425 26 27 28 29 30

Cari BLOG Ini

detiksport.com